Dalam dunia kepenulisan, istilah “artikel” sudah cukup familiar. Namun tak jarang sebutan ini ditafsirkan sebagai satu referen yang sama. Artikel diartikan sebagai sebuah tulisan yang dimuat agar dibaca banyak orang. Padahal, artikel sendiri terbagi atas dua jenis: artikel ilmiah dan artikel populer. Bagi seorang mahasiswa/penulis yang ingin karyanya dimuat di media, membedakan keduanya bukan sekadar urusan gaya, melainkan penentu keberhasilan. Memahami perbedaan fundamental keduanya adalah kunci untuk memilih format yang tepat, mencapai audiens yang sesuai, dan menyampaikan gagasan secara efektif.
Lima Perbedaan Kunci Artikel Ilmiah dan Populer

#1. Beda Misi: Mengembangkan Ilmu vs. Menyebarkan Informasi
Tujuan utama artikel ilmiah adalah untuk berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan. Ia berfungsi sebagai catatan formal untuk menyampaikan temuan baru, hasil penelitian, atau kajian teoretis kepada komunitas akademik. Lebih dari itu, setiap artikel ilmiah dirancang untuk menjadi rujukan bagi peneliti lain. Artikel ini diibaratkan menjadi satu bata dalam bangunan pengetahuan yang terus berkembang dalam sebuah percakapan akademis global.
Sebaliknya, misi artikel populer adalah menerjemahkan informasi–sering kali informasi kompleks–agar dapat diakses dan dipahami oleh masyarakat umum. Tujuannya adalah untuk mengedukasi, memberi informasi, dan menghibur khalayak luas. Prioritasnya bukan menambah literatur akademis, melainkan memperluas dampak pengetahuan ke luar lingkaran para ahli.
#2. Beda Gaya Bahasa: Presisi Teknis vs. Keterbacaan Komunikatif
Artikel ilmiah menggunakan bahasa yang formal, baku, dan objektif dengan beragam istilah teknis. Penggunaan bahasa yang presisi bertujuan untuk menghindari ambiguitas dan memastikan setiap konsep dipahami secara seragam oleh para ahli di bidang yang sama. Presisi dalam artikel ilmiah tidak bisa ditawar, tapi sebuah keharusan.
Di sisi lain, artikel populer sengaja menggunakan bahasa yang lebih ringan, komunikatif, dan menarik—bisa semiformal hingga nonformal. Ini adalah strategi yang disengaja untuk meruntuhkan tembok antara pakar dan publik. Tujuannya adalah memastikan gagasan inti tersampaikan dengan jelas tanpa membuat pembaca awam tersesat dalam kerumitan terminologi.
#3. Beda Penyajian: Struktur Baku vs. Format Fleksibel
Struktur artikel ilmiah bersifat sistematis dan kaku. Ia terikat pada format standar, seperti abstrak, pendahuluan, metode, pembahasan, dan daftar pustaka. Alasan di balik struktur kaku ini adalah untuk menjamin integritas ilmiah. Bagian “metode”, misalnya, harus dijelaskan secara rinci agar peneliti lain dapat mereplikasi atau memverifikasi penelitian tersebut. Struktur ini memastikan transparansi dan alur argumen yang logis.
Sebaliknya, artikel populer memiliki struktur yang jauh lebih fleksibel. Penulis memiliki kebebasan kreatif untuk menyusun narasi, menggunakan analogi, atau memulai dengan sebuah cerita untuk menarik perhatian pembaca. Fleksibilitas ini penting karena tujuannya adalah menjaga pemahaman pembaca.
#4. Beda Landasan: Rujukan Terverifikasi vs. Penyebutan Sumber
Setiap klaim atau data dalam artikel ilmiah wajib didukung oleh rujukan atau referensi yang jelas dari sumber-sumber terverifikasi. Penulisan sitasi dan daftar pustaka harus mengikuti format baku yang ketat, seperti APA, MLA, atau Chicago untuk memungkinkan pembaca melacak sumber asli dan memvalidasi argumen penulis.
Pada artikel populer, penyebutan sumber informasi adalah praktik etis yang penting untuk menjaga kredibilitas tulisan. Namun, tidak ada kewajiban untuk menuliskannya dalam format sitasi ilmiah yang rigid. Penting untuk dicatat, meskipun tidak seketat artikel ilmiah, artikel populer tetap menuntut keakuratan informasi dan kelogisan penyajian yang tinggi.
#5. Beda Panggung: Jurnal Akademik vs. Media Massa
Artikel ilmiah dipublikasikan di panggung yang sangat spesifik: jurnal ilmiah, prosiding seminar, atau forum akademik lainnya. Sebelum terbit, naskah harus melewati proses peninjauan oleh rekan sejawat (peer review). Ini adalah proses kontrol kualitas yang krusial. Para ahli lain di bidang yang sama akan meneliti, mengkritik, dan memvalidasi metodologi serta kesimpulan penelitian. Lolos dari peer review adalah tanda kredibilitas tertinggi.
Artikel populer dipentaskan untuk khalayak ramai melalui media massa. Artikel ini akan mudah ditemukan pada portal berita daring, blog, surat kabar, dan majalah. Tujuannya adalah menyebarkan jangkauan seluas mungkin, membawa sains dan pengetahuan ke ruang-ruang diskusi publik di luar menara gading akademis.
Kesimpulan

Pada akhirnya, artikel ilmiah dan artikel populer bukanlah lawan, melainkan dua alat komunikasi yang berbeda untuk pekerjaan yang berbeda. Artikel ilmiah adalah instrumen presisi untuk membangun dan memvalidasi pengetahuan di kalangan para ahli. Sebaliknya, artikel populer adalah corong yang kuat untuk menyebarkan pengetahuan itu kepada dunia. Keduanya sama-sama berharga. Dengan memahami perbedaan ini, penulis kini memiliki bekal untuk memilih alat apa yang tepat. Jadi, jenis tulisan mana yang paling sesuai dengan tujuanmu selanjutnya?
Educatech.id juga membuka kesempatan bagi para penulis untuk menerbitkan artikel ilmiah ke jurnal-jurnal yang dikelola secara profesional dan berorientasi pada mutu akademik. Melalui situs web Educatech.id, penulis juga dapat mengakses jurnal ber-Sinta pada menu katalog jurnal.
Mari jadikan tulisanmu tidak hanya selesai ditulis, tetapi juga terpublikasi dan berdampak!
