Hai, Sahabat HTTID!
Dunia pendidikan Indonesia kembali memasuki babak baru di tahun 2026 ini. Dengan terbitnya Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, pendidik kini didorong untuk beralih dari sekadar mengejar ketuntasan materi menuju Pembelajaran Mendalam (Deep Learning).
Menjawab tantangan tersebut, High Tech Teacher Indonesia (HTTID) sukses menggelar webinar eksklusif bertajuk “Pemanfaatan Gemini AI dalam Mendesain Siklus Pengalaman Belajar pada Pembelajaran Mendalam” pada Kamis, 22 Januari 2026. Acara ini dipandu oleh Mba Mutiara Puspita (Moderator) dan menghadirkan narasumber ahli, Bapak Johnsen Harta (Head of Curriculum HTTID & Fasilitator Pembelajaran Mendalam Kemendikdasmen).
Bagi Anda yang terlewat, jangan khawatir! Berikut kami rangkum poin-poin krusial bagaimana kecerdasan buatan seperti Google Gemini dapat menjadi “asisten intelektual” Anda dalam merancang pembelajaran yang bermakna.
Apa Itu Pembelajaran Mendalam?
Sebelum masuk ke teknis AI, Pak Johnsen menekankan kembali esensi dari Deep Learning. Pendekatan ini bukan soal menghafal, melainkan menciptakan suasana belajar yang Berkesadaran (Mindful), Bermakna (Meaningful), dan Menggembirakan (Joyful).
Siklus pengalaman belajarnya pun tidak lagi linier kaku, melainkan sebuah siklus yang terus berulang untuk memperdalam pemahaman, yang terdiri dari tiga tahap utama:
- Memahami (Understanding)
- Mengaplikasi (Applying)
- Merefleksi (Reflecting).
Gemini AI: Mitra Brainstorming Guru Masa Depan
Dalam webinar ini, ditekankan bahwa Gemini AI bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan berfungsi sebagai mitra brainstorming untuk mempercepat dan memperdalam setiap tahapan desain instruksional.
Berikut adalah empat peran strategis Gemini AI yang dibahas dalam webinar:
1. Tahap Identifikasi & Analisis Diagnostik
Bingung memetakan kesiapan siswa? Gemini dapat membantu menganalisis data hasil survei atau nilai awal untuk memetakan level pemahaman murid secara otomatis. Selain itu, guru dapat meminta Gemini merangkum konsep kompleks menjadi analogi sederhana yang relevan dengan kehidupan siswa, serta menentukan dimensi Profil Lulusan yang paling cocok disisipkan dalam materi.
2. Desain Pembelajaran yang Kontekstual
Merumuskan Tujuan Pembelajaran (TP) seringkali memakan waktu. Dengan prompt yang tepat, Gemini dapat membantu merumuskan TP yang terukur sesuai standar kurikulum. Lebih kerennya lagi, Gemini mampu mencari keterkaitan antara satu mata pelajaran dengan disiplin ilmu lain untuk menciptakan proyek lintas disiplin yang kontekstual.
3. Merancang Siklus Pengalaman Belajar
Ini adalah inti dari webinar kemarin. Gemini dapat diminta untuk membuat draf Modul Ajar atau RPP yang secara spesifik memasukkan prinsip Mindful, Meaningful, dan Joyful. Contoh yang didemokan adalah penggunaan model PBL (Problem Based Learning) pada materi Efek Rumah Kaca:
- Memahami: Gemini menyarankan aktivitas diskusi fenomenologi menggunakan data grafik suhu global (membangun kesadaran/mindful).
- Mengaplikasi: Siswa melakukan eksperimen miniatur efek rumah kaca dan membuat kampanye digital (poster/video TikTok) sebagai solusi nyata (bermakna & menggembirakan).
- Merefleksi: Menggunakan teknik Two Stars and a Wish untuk umpan balik antar teman (membangun karakter & metakognisi).
4. Asesmen dan Umpan Balik Instan
Membuat rubrik penilaian yang detail seringkali melelahkan. Gemini dapat menghasilkan instrumen evaluasi yang bervariasi, bank soal, hingga skenario penilaian dalam hitungan detik. Ini memungkinkan guru memberikan umpan balik yang lebih cepat dan personal kepada siswa.






