Originalitas berperan sebagai fondasi utama publikasi artikel ilmiah. Originalitas tidak hanya berarti “belum pernah diterbitkan”, tetapi juga menunjukkan adanya kebaruan intelektual (novelty) yang bermakna bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Originalitas menjamin kontribusi keilmuan, menjaga etika akademik, meningkatkan kredibilitas penulis, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan. Tanpa originalitas, sebuah artikel kehilangan nilai ilmiah dan legitimasi akademiknya.

1. Menjamin Kebaruan (Novelty) dan Menghindari Klaim Palsu 

Peran utama originalitas adalah memastikan bahwa karya yang dipresentasikan benar-benar baru dan bukan turunan dari sumber yang sudah ada yang diklaim sebagai karya baru. Menurut World Association of Medical Editors (WAME), plagiarisme terjadi ketika seseorang menggunakan ide atau kata-kata orang lain tanpa atribusi dan menyajikannya sebagai sesuatu yang “baru dan original”, padahal berasal dari sumber yang sudah ada. Dengan demikian, originalitas berfungsi untuk membedakan antara temuan baru peneliti dengan karya pihak lain.

2. Menunjukkan Kontribusi Intelektual Penulis 

Originalitas menuntut adanya kontribusi pemikiran sendiri dalam sebuah karya. Hal ini terlihat dari adanya kategori plagiasi tipe “Aggregator“. Pada tipe ini, seorang penulis mengutip berbagai referensi dengan benar, tetapi makalah tersebut hampir tidak mengandung karya original atau pemikiran asli penulisnya sama sekali. Oleh karena itu, sebuah publikasi ilmiah harus memiliki porsi originalitas yang cukup dan tidak sekadar menjadi kumpulan kutipan.

3. Mencegah Daur Ulang Karya (Self-Plagiarism) 

Originalitas dalam publikasi juga berlaku terhadap karya penulis itu sendiri di masa lalu.

  • Duplikasi: Penulis tidak boleh menggunakan karya ilmiahnya terdahulu tanpa memberikan informasi. Ini melanggar prinsip bahwa penelitian tersebut haruslah sesuatu yang belum pernah dilakukan atau dilaporkan sebelumnya.
  • Repetitive Research: Menggunakan data dan metode yang sama untuk penelitian baru tanpa menyebutkan penggunaan sebelumnya dianggap mencederai originalitas penelitian baru tersebut.
  • Daur Ulang (Recycle): Meminjam secara bebas dari karya penulis sebelumnya tanpa kutipan juga dianggap sebagai tindakan tidak original.

4. Menjunjung Kejujuran dan Integritas Akademik 

Originalitas erat kaitannya dengan academic honesty (kejujuran akademik). Mengambil karya atau ide orang lain dan mengakuinya sebagai milik sendiri adalah pelanggaran integritas yang serius. Secara etimologis bahkan disamakan dengan tindakan “penculikan” (dari bahasa Latin plagiarius). Originalitas berarti memberikan atribusi yang tepat kepada pemilik karya asli dan tidak mencoba memperoleh kredit atau nilai secara tidak sah.

5. Mendorong Keterampilan Berpikir Kritis (Critical Thinking) 

Untuk menghasilkan karya yang original, diperlukan pengembangan keterampilan literasi informasi, termasuk academic writing dan critical thinking skill. Kemampuan berpikir kritis menopang kemampuan menulis akademik yang baik. Dengan demikian, penulis mampu mengolah sumber referensi menjadi gagasan baru yang original, bukan sekadar melakukan “copy-paste” atau parafrase yang tidak tuntas.

6. Menghindari Kolaborasi yang Tidak Etis 

Dalam konteks penelitian bersama, originalitas juga terkait dengan kejelasan kontribusi. Misleading attribution (penyebutan pihak yang tidak berkontribusi) atau unethical collaboration (melanggar kesepakatan kolaborasi) merupakan bentuk pelanggaran terhadap orisinalitas kontribusi masing-masing peneliti.

7. Keterbukaan Akses (Open Access) sebagai Pengawal Originalitas 

Publikasi karya ilmiah secara terbuka (open access) dianggap sebagai langkah strategis untuk menjaga originalitas. Jika karya disimpan tertutup, pihak yang tidak bertanggung jawab akan merasa nyaman melakukan plagiasi. Sebaliknya, keterbukaan memudahkan publik untuk memverifikasi keaslian dan mendeteksi ketidakaslian sebuah karya.

Jurnal Mitra & Katalog Jurnal Educatech?

Bagi Bapak/Ibu Dosen, Guru, Peneliti, dan Akademisi yang ingin mempublikasikan artikel ilmiah, silakan dapat berkunjung di website Educatech https://educatech.id/Jurnal/ pada Jurnal Mitra

Selain itu Educatech menyediakan Katalog Jurnal, yaitu kumpulan jurnal-jurnal ilmiah dari berbagai bidang keilmuan yang dapat diakses melalui link diatas pada Daftar Lengkap Jurnal Ilmiah. Katalog jurnal Educatech bertujuan untuk memudahkan penulis dalam menemukan referensi jurnal sekaligus memperluas visibilitas publikasi ilmiah.

Selain itu, bagi Bapak/Ibu pengelola jurnal yang ingin menambahkan jurnalnya ke dalam Katalog Jurnal Educatech, dipersilakan untuk mengunjungi laman tersebut dan mengikuti panduan penambahan jurnal yang tersedia. Dengan bergabung dalam katalog Educatech, jurnal Anda berkesempatan menjangkau audiens akademik yang lebih luas.

Mari bersama-sama mendukung penguatan literasi dan publikasi ilmiah melalui Educatech.

Leave a Comment