
Proses reviu artikel jurnal adalah tahapan penilaian ilmiah terhadap naskah artikel yang dikirimkan ke sebuah jurnal sebelum artikel tersebut diputuskan untuk diterbitkan. Penilaian ini dilakukan oleh reviewer (mitra bestari) yang memiliki keahlian sesuai dengan bidang kajian artikel, dengan tujuan memastikan bahwa artikel memenuhi standar kualitas ilmiah, keaslian, ketepatan metode, serta kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.
Dalam proses ini, mitra bestari mengevaluasi berbagai aspek naskah, seperti:
- kesesuaian topik dengan fokus, cakupan, dan ruang lingkup jurnal,
- kejelasan rumusan masalah dan tujuan penelitian,
- ketepatan metode penelitian,
- kedalaman analisis dan pembahasan,
- kebaruan (novelty) dan kontribusi ilmiah,
- ketepatan penggunaan referensi dan etika akademik.

✍️ Apa itu Peer Review?
Peer review adalah proses ketika sebuah naskah artikel ilmiah dinilai oleh pakar independen di bidangnya sebelum diterbitkan untuk memastikan kualitas, keaslian, dan kontribusi ilmiahnya. Proses ini menjadi bagian penting dari standar publikasi jurnal ilmiah. Dalam kebanyakan jurnal ilmiah Indonesia, proses reviu dilakukan secara double-blind. Dalam proses ini, identitas penulis dan mitra bestari dirahasiakan untuk menjaga objektivitas penilaian.
Bentuk reviu yang umum diterapkan adalah blind review (peninjau mengetahui identitas penulis, tetapi penulis tidak mengetahui peninjau) dan double blind review (identitas penulis dan peninjau sama-sama disembunyikan). Metode ini bertujuan untuk meminimalisasikan bias dan menjaga independensi dalam penilaian substansi artikel.
🔄 Tahapan Umum Peer Review
- Pengiriman naskah ke jurnal
Artikel dikirim melalui sistem manajemen jurnal online seperti OJS. - Pemeriksaan awal (desk review) oleh editor
Editor mengevaluasi kecocokan naskah dengan fokus dan cakupan, format penulisan, dan potensi kontribusi ilmiah. - Penugasan mitra bestari
Editor memilih mitra bestari yang ahli di bidang topik artikel. - Proses reviu sejawat
Mitra bestari mengevaluasi artikel secara independen (misalnya double-blind). - Keputusan editorial
Diterima, ditolak, atau diminta revisi (minor/major). Hasil dari proses reviu dapat berupa:
- Accepted: artikel diterima tanpa revisi,
- Minor/Major Revision: artikel diterima dengan revisi (minor atau mayor),
- Resubmit: naskah memerlukan perbaikan total dan harus melalui proses reviu dari awal. Penulis diminta untuk mengirim ulang setelah perbaikan, atau
- Rejected: artikel ditolak.
- Revisi oleh penulis dan resubmission
Penulis memenuhi komentar dari mitra bestari pada response to reviewer. - Keputusan akhir dan publikasi
Artikel yang memenuhi persyaratan akan dipublikasikan dengan melalui tahapan akhir, seperti penyuntingan (proofreading) dan layouting. Proses penyuntingan bertujuan untuk menyajikan bahan bacaan yang sesuai dengan kaidah penulisan kebahasaan. Adapun layouting bertujuan untuk menyajikan naskah sesuai dengan templat jurnal, rapi, dan memiliki nilai estetika ketika dibaca.
Dengan demikian, proses reviu artikel jurnal berfungsi sebagai mekanisme kontrol mutu (quality control) dalam publikasi ilmiah agar artikel yang diterbitkan benar-benar layak, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.

