Teknologi Artificial Intelligence (AI) kini bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan di dalam kelas. Namun, tantangan terbesar yang sering dihadapi para pendidik adalah: “Bagaimana cara bicara dengan AI agar hasilnya sesuai harapan?”
Menjawab kegelisahan tersebut, High Tech Teacher Indonesia (HTTID) baru saja sukses menyelenggarakan webinar bertajuk “Strategi Menyusun Prompting AI yang Efektif” pada Rabu, 21 Januari. Dipandu oleh Maharani Putri (Project Manager HTTID) dan menghadirkan narasumber ahli, Muhammad Suriyanto (Gemini Certified Educator & Fasilitator Koding KA Kemendikdasmen), webinar ini mengupas tuntas rahasia di balik komunikasi efektif dengan mesin cerdas.


Dalam sesi pembuka, Pak Muhammad Suriyanto menekankan bahwa AI menawarkan potensi luar biasa sekaligus tantangan yang nyata. Posisi kita sebagai pendidik harus jelas dalam memanfaatkan teknologi ini:
- Bagi Guru (Produktif): AI dapat berperan sebagai asisten pribadi yang menghemat waktu administrasi, membantu menyusun soal, hingga mengembangkan ide pembelajaran inovatif.
- Bagi Murid (Kritis): Siswa harus dibekali kemampuan berpikir kritis untuk mewaspadai “Halusinasi AI”—jawaban yang terdengar meyakinkan namun tidak akurat atau bias data.
Inti dari webinar ini adalah pengenalan metode PARTS, sebuah kerangka kerja terstruktur untuk menyusun prompt (instruksi) agar AI memberikan output yang optimal.
PARTS terdiri dari 5 elemen kunci:
- P – Persona (Peran): Berikan identitas pada AI. Misalnya, “Bertindaklah sebagai Guru IPA berpengalaman” atau “Penulis cerita anak”.
- A – Aim (Tujuan): Gunakan kata kerja operasional yang spesifik. Contoh: “Rancang rencana pembelajaran interaktif” atau “Buat kuis 10 soal”.
- R – Recipients (Penerima): Tentukan siapa target audiensnya. Apakah materi ini untuk siswa SMP kelas 7, orang tua, atau rekan guru? Konteks ini akan menentukan kompleksitas bahasa yang dihasilkan AI.
- T – Theme (Gaya Bahasa): Atur nada bicaranya. Apakah Anda ingin gaya yang formal, humoris, atau inspiratif?.
- S – Structure (Format Output): Tentukan bentuk penyajian akhirnya. Mintalah AI menyajikan data dalam bentuk tabel, poin-poin, skrip video, atau esai


Transformasi Prompt: Dari “Biasa” Menjadi “Luar Biasa”
Salah satu momen pencerahan dalam webinar adalah sesi studi kasus. Narasumber menunjukkan perbedaan signifikan antara prompt asal-asalan dengan prompt berbasis PARTS.
- Prompt Biasa: “Buatkan soal tentang Tata Surya.” (Hasil cenderung umum dan tidak terukur).
- Prompt PARTS: “Bertindaklah sebagai Guru IPA (P). Buatkan kuis 5 soal (A) tentang karakteristik planet untuk murid kelas 7 SMP (R). Gunakan bahasa yang seru dan memantik rasa ingin tahu (T). Sajikan dalam format tabel dengan kolom pertanyaan, jawaban, dan penjelasan singkat (S).”.
Dengan instruksi yang spesifik, AI dapat menghasilkan konten yang relevan dan berkualitas tinggi.
Solusi Praktis: PARTSGen
Untuk mempermudah guru mempraktikkan metode ini sehari-hari, Bapak Muhammad Suriyanto juga memperkenalkan alat bantu bernama PARTSGen. Tools ini didesain khusus untuk kebutuhan guru guna menyusun elemen P, A, R, T, dan S secara otomatis tanpa ada detail yang terlewat.





