mendongeng bantu tingkatkan minat baca
Sumber: Harian Halmahera

Kondisi literasi di Indonesia menunjukkan tantangan yang signifikan, terutama di kalangan kaum milenial. Menurut skor Programme for International Student Assessment (PISA) 2018, Indonesia menduduki peringkat 73 dari 79 negara, sebuah posisi yang stagnan sejak tahun 2000 hingga 2018.

Hal ini menimbulkan keprihatinan akan kualitas pendidikan di Indonesia yang terus tertinggal dibandingkan dengan standar global.

Namun, terobosan baru dalam pendidikan menjadi kunci untuk mengatasi tantangan ini. Salah satu langkah penting adalah memperbaiki minat baca, yang dapat dimulai sejak dini.

Mendongeng: Pembuka Jendela Menuju Dunia Literasi

Mendongeng bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga merupakan langkah awal penting dalam memperkenalkan anak-anak pada dunia literasi.

Cerita rakyat, sebagai salah satu bentuk dongeng, menawarkan nilai-nilai kehidupan yang memperkaya imajinasi anak-anak dan membantu mereka mengembangkan kreativitas serta kecerdasan.

Melalui dongeng, anak-anak dapat memperoleh bekal literasi yang kuat sebelum memasuki masa sekolah.

Manfaat Mendongeng

Mendongeng bukan sekadar ritual sebelum tidur, tetapi juga merupakan investasi berharga dalam pembangunan literasi anak. Beberapa manfaat mendongeng antara lain:

  1. Meningkatkan Minat Baca: Melalui dongeng, anak-anak diperkenalkan pada dunia kata-kata dan cerita, yang dapat membangkitkan rasa ingin tahu dan minat terhadap membaca.
  2. Mengembangkan Imajinasi dan Kreativitas: Dalam dunia magis cerita, imajinasi anak mekar dan kreativitasnya diasah saat mereka membayangkan dunia yang dihadirkan oleh pengarang.
  3. Memperkaya Kosakata: Setiap kata dalam dongeng adalah kesempatan bagi anak untuk memperluas kosakata mereka, membantu mereka memahami dan menggunakan bahasa dengan lebih luwes.
  4. Meningkatkan Kemampuan Berbahasa: Mendongeng membantu memperkuat kemampuan anak dalam berbicara, mendengarkan, dan memahami bahasa secara kontekstual.
  5. Menanamkan Nilai-nilai Moral: Dongeng seringkali mengandung pesan moral yang disampaikan melalui cerita, membantu membentuk karakter dan nilai-nilai positif pada anak.
  6. Membangun Kedekatan Orang Tua dan Anak: Aktivitas mendongeng menciptakan momen emosional yang kuat antara orang tua dan anak, memperkuat ikatan keluarga.

Cara Mendongeng yang Efektif

Menurut Aspar et al. (2020), ada beberapa strategi yang dapat digunakan guru untuk mendongeng secara efektif. Mulai dari persiapan cerita yang menarik hingga penggunaan alat peraga dan ilustrasi musik, semua ini bertujuan untuk menciptakan pengalaman literasi yang menarik dan memikat bagi siswa.

Selengkapnya, berikut beberapa pendekatan efektif yang bisa dilakukan oleh guru:

  1. Pilih Cerita yang Menarik: Pemilihan cerita yang sesuai dengan minat dan usia anak merupakan kunci keberhasilan dalam mendongeng.
  2. Ceritakan dengan Suara yang Jelas dan Ekspresif: Suara yang hidup dan ekspresif dapat menangkap perhatian anak-anak dan membuat mereka lebih terlibat dalam cerita.
  3. Gunakan Alat Peraga: Media visual seperti gambar atau mainan dapat membantu menghidupkan cerita dan memperjelas konsep yang disampaikan.
  4. Libatkan Anak dalam Cerita: Berinteraksi dengan anak-anak selama mendongeng, seperti mengajukan pertanyaan atau meminta mereka menceritakan bagian dari cerita, dapat meningkatkan keterlibatan mereka.
  5. Buat Suasana yang Menyenangkan: Suasana yang santai dan positif akan membuat anak-anak merasa nyaman dan lebih mudah menerima pesan yang disampaikan dalam cerita.

Contoh Penerapan Mendongeng dalam Meningkatkan Minat Baca

Salah satu inisiatif yang menonjol dalam meningkatkan minat baca anak-anak adalah Program Gubug Literasi. Studi oleh Nova et al. (2019) menemukan bahwa modifikasi dongeng dengan menggunakan metode taman baca Gubug Literasi telah berhasil meningkatkan minat baca dan hiburan anak-anak di beberapa kelurahan.

Program ini menyediakan akses kepada anak-anak terhadap berbagai jenis buku dan materi literasi, mulai dari cerita nusantara hingga ilmu pengetahuan alam.

Selanjutnya, Program DARLING, yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jawa Timur, juga membuktikan efektivitasnya dalam meningkatkan minat baca di kalangan pelajar.

Melalui berbagai tingkat keefektifan, termasuk adaptasi menjadi dongeng virtual selama masa pandemi, program ini telah berhasil membangkitkan minat baca di kalangan anak-anak Surabaya.

Tips Mendongeng untuk Guru

Guru memiliki peran penting dalam memperkenalkan dunia literasi kepada anak-anak. Berikut beberapa tips mendongeng yang dapat diterapkan dalam konteks pendidikan:

  • Siapkan Materi Dongeng dengan Baik: Persiapkan cerita dan materi pendukung dengan seksama sesuai dengan kebutuhan dan minat siswa.
  • Latihlah Cara Mendongeng: Guru perlu mengasah keterampilan mendongeng agar mampu menyampaikan cerita dengan cara yang menarik dan memikat perhatian siswa.
  • Gunakan Media Pembelajaran yang Menarik: Selain alat peraga tradisional, guru dapat memanfaatkan teknologi atau media interaktif untuk meningkatkan pengalaman mendengar cerita siswa.
  • Buat Suasana Kelas yang Kondusif: Ciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan mendukung, di mana siswa merasa aman untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan mendongeng.
  • Berikan Kesempatan kepada Siswa untuk Bercerita: Selain menjadi pendongeng, guru juga dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk bercerita atau membagikan cerita favorit mereka, memperkaya pengalaman belajar bersama.

Peran guru sangat vital dalam mengembangkan minat baca siswa. Dengan menggunakan metode mendongeng, guru dapat membangun fondasi literasi yang kuat sejak dini.

Pembiasaan minat baca melalui pengaruh, pemilihan materi yang menarik, dan penciptaan lingkungan belajar yang kondusif menjadi langkah penting dalam menciptakan kebiasaan membaca yang berkelanjutan.

Sumber:

Dongeng Sebagai Strategi Perbaikan Literasi Pada Siswa Sekolah Dasar. 2021.

Aspar, Muhammad., Mujtaba, Imam., dkk. 2020. “Efektivitas Implementasi Mendongeng Terhadap Literasi Bagi Anak Usia Sekolah Dasar.” Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat LPPM UMJ.

Nova, Doni Dwi., Efendi, Muhammad Arif., dkk. 2019. “Gubug Literasi, Dongeng Nusantara, Kerajinan Flanel dan Makram: Strategi Aplikatif Edukasi Anak.” Jurnal Bina Desa, 1(1).

Purnomo, Ardi. 2020. Efektivitas Program Dongeng Anak Dan Remaja Keliling (Darling) Dalam Meningkatkan Minat Baca Pelajar Di Kota Surabaya. Skripsi, Universitas Airlangga

Penulis: Bunga Melssa Maurelia

Leave a Comment